JAKARTA SELATAN — Dompet Dhuafa bersama para donaturnya dari anggota Komunitas Ferrari, kedua kalinya menggelar aksi amal kepada para pejuang jalanan di sekitar Jakarta Selatan, pada Selasa (9/11/2021). Aksi amal kali ini berupa donasi makanan dengan membagi-bagikan paket makan siang dalam kotak kepada para pekerja ojek online, pemulung, pedagang, tukang parkir, dan mereka lainnya yang mencari receh di jalanan.

Dompet Dhuafa sebagai mitra penyaluran mengawali kegiatan ini dengan menyusur kawasan Kemang, TB Simatupang, Pasar Minggu, Warung Buncit, dan berakhir di Jati Padang. Dalam aksi ini, sebanyak 80 pejuang nafkah di jalanan mendapatkan paket nasi kotak sebagai makan siang mereka. Tujuannya adalah guna mengurangi pengeluaran mereka untuk membeli makan siang sehingga uangnya dapat disimpan dan dibawa pulang untuk keluarga di rumah.

Dengan raut senang dan gembira, mereka pun antusias menerima pemberian dari pemilik kuda jingkrak ini. Bahkan, beberapa dari mereka pun langsung memakannya. Beberapa lainnya memilih untuk disimpan terlebih dahulu untuk dibawa pulang ke rumah, atau mungkin untuk makan malamnya.

Lusty Wulandari, tim Dompet Dhuafa sebagai penyalur aksi ini mengatakan, aksi bagi-bagi makan siang kali ini menyasar para pejuang keluarga yang mencari pundi-pundi nafkah di jalanan. Di profesi mereka ini, paling banyak ditemui memang lah mereka yang sudah sepuh yang tetap harus mencari penghidupan untuk keluarganya di rumah. Maka itu, Lusty mengajak masyarakat semuanya turut mendoakan mereka-mereka ini supaya selalu sehat dan diberikan kemudahan rezeki. Tentu juga tak lepas doa untuk donatur dan keluarganya agar senantiasa sehat dan dilimpahkan keberkahan.

“Melalui wasilah aksi kebaikan ini, kita sama-sama berdoa semoga nikmat sehat, keberkahan rezeki dan kemudahan urusan senantiasa menyelimuti kita semua, baik bagi donatur, penerima manfaat, dan semuanya,” ucapnya.

Seorang pedagang asinan yang menjadi salah satu penerima manfaat, Ibu Sukbah (56), menitipkan salam terima kasih serta doa untuk para donatur dan tim Dompet Dhuafa. Ia mengaku, mendapat paket makan adalah suatu hal yang menyenangkan baginya. Pendapatannya yang tak seberapa adalah alasannya. Sembari menikmati makan siang yang didapatnya bersama anak perempuannya, Sukbah mengatakan bahwa ia dan anaknya berjualan asinan setiap hari.

Tepatnya lapak jualan Bu Sukbah berada di Jl. Siaga Raya, Pejaten Barat, Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Ia memilih lokasi tersebut selain karena dekat dengan rumahnya juga dikarenakan ramai kendaraan berlalu lalang, dengan harapan banyak yang akan mampir membeli jualannya. Nayatanya tidak. Ia mengaku, meski hanya membawa 15 bungkus setiap harinya, namun tidak menentu jualannya terbeli. Jika beruntung, 15 bungkus asinan berharga Rp10.000 tersebut akan terjual habis. Terkadang hanya sebagian saja yang terjual, bahkan pernah tidak laku sama sekali.

“Setiap hari saya dan anak saya bawa 15 bungkus asinan. Kami jual di sini dari jam 10 siang sampai sore menjelang maghrib. Jarang laku semuanya. Kadang cuma beberapa saja. Kemarin saja tidak ada yang laku karena hujan terus-menerus,” ungkapnya.

Meski pendapatannya tak seberapa, Bu Sukbah mengaku selalu bersyukur dengan apa yang ada. Meninggalnya sang suami tak menjadikannya putus asa dan mengeluh. Ia juga mengaku sangat bersyukur memiliki putri yang terus saja bersedia mendampinginya dalam berbagai kondisi. (Dompet Dhuafa / Muthohar)